Butuh Bantuan? Customer Service ZahraHerbalStore siap melayani dan membantu Anda dengan sepenuh hati.
Beranda » » PENTING! Daging Kambing Ternyata Tidak Bikin Darah Tinggi

PENTING! Daging Kambing Ternyata Tidak Bikin Darah Tinggi

Ditulis pada: 19 September 2017 | Kategori:

PENTING! Daging Kambing Ternyata Tidak Bikin Darah Tinggi

PENTING! Daging Kambing Ternyata Tidak Bikin Darah Tinggi. Anggapan yang selama ini beredar bahwa makan daging kambing bisa bikin naik tensi darah ternyata tidak sepenuhnya benar, bahkan daging kambing sepenuhnya aman untuk penderita darah tinggi atau hipertensi.

PENTING! Daging Kambing Ternyata Tidak Bikin Darah Tinggi

Bagi penderita darah tinggi, selama ini mungkin sudah meyakini anggapan bahwa mengkonsumsi daging kambing merupakan hal yang dilarang, karena daging kambing dianggap dapat meningkatkan tensi atau tekanan darah. Anggapan tersebut memang sudah sejak lama beredar di masyarakat tanpa jelas dari mana anggapan tersebut bersumber. Namun kini, penderita hipertensi atau darah tinggi tidak perlu khawatir dengan anggapan tersebut, hanya sebuah mitos saja. Lalu dari mana anggapan tersebut berasal?

Kolesterol daging kambing lebih rendah dibanding ayam dan sapi

Setiap 100 gram daging kambing, mengandung kurang lebih 109 kalori. Total kalori tersebut jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan kalori pada daging sapi yang mencapai 250 kalori, atau pada daging ayam yang mencapai total 195 kalori. Daging kambing juga memiliki kadar kolesterol yang lebih rendah dari daging sapi dan daging ayam, yaitu sekitar 57 mg per 100 gram. Sementara kadar kolesterol daging sapi adalah sekitar 89 mg dan daging ayam sebanyak 83 mg per porsinya.

Jika ditotal, tiap 100 gram daging kambing hanya mengandung total kolesterol 2,3 gram, sementara kolesterol dalam daging sapi bisa mencapai 15 gram dan daging ayam mencapai kurang lebih 7,5 gram total kolesterol. Itu artinya, satu porsi daging kambing hanya memenuhi 4% dari kebutuhan lemak harian Anda, jika berdasarkan perhitungan 2,000 kalori per hari.

Akan tetapi, daging kambing merupakan sumber protein hewani yang sama baiknya dengan daging ayam dan sapi. Total protein dalam daging kambing kurang lebih sekitar 20 gram, sementara daging sapi mengandung sekitar 25 gram dan ayam sekitar 30 gram per porsinya. Satu porsi daging kambing 100 gram dapat mencukupi hampir 50 persen persen kebutuhan protein harian tubuh.

Tidak benar bahwa makan daging kambing menyebabkan hipertensi

Daging merah memang harus dibatasi konsumsinya jangan terlalu berlebihan. Pasalnya, kandungan lemak jenuhnya cukup tinggi. Karena diketahui, lemak jenuh dikenal dapat meningkatkan kolesterol dan memicu penyakit jantung. Oleh sebab itu, asupan lemak jenuh tidak boleh melebihi dari 20 gram setiap hari. Zahra Herbal

Mengenai daging kambing, Anda sebenarnya tidak perlu terlalu khawatir, karena daging kambing tidak terlalu menyebabkan kenaikan tekanan darah yang tinggi. Bahkan konsumsi daging kambing tergolong lebih kecil dalam menaikkan tekanan darah daripada daging sapi atau daging ayam. Jadi, daging sapi dan daging ayam justru lebih mungkin menyebabkan kenaikan tekanan darah yang lebih tinggi dibandingkan daging kambing, karena kandungan lemak jenuh pada daging kambing jauh lebih rendah dari daging sapi dan daging ayam.

Lemak jenuh daging sapi pada umumnya berkisar sekitar 6 gram, dan ayam mengandung hampir 2,5 gram lemak jenuh per porsinya. Sementara itu, kadar lemak jenuh daging kambing hanya sekitar 0,71 gram per 100 gram berat daging.

Daging kambing justru diperkaya oleh lemak tak jenuh, sekitar 1 gram per porsi, dibanding daging sapi atau ayam. Lemak tak jenuh adalah jenis lemak baik yang membantu menyeimbangkan kadar kolesterol darah, mengurangi peradangan dalam tubuh, dan menstabilkan detak jantung.

Lalu, dari mana asalnya mitos makan daging kambing bisa bikin darah tinggi?

PENTING! Daging Kambing Ternyata Tidak Bikin Darah Tinggi, – Makan daging kambing tidak menyebabkan hipertensi. Namun demikian, ada beberapa faktor yang secara tidak langsung menyumbang kenaikan tekanan darah setelah mengonsumsinya. Tekanan darah tinggi setelah makan daging kambing cenderung disebabkan oleh teknik memasak yang salah.

Olahan daging kambing di Indonesia seringnya digoreng dulu sebelum diolah lebih lanjut, atau dipanggang dan dibakar untuk sate dan kambing guling. Memasak dengan cara digoreng, dibakar, atau dipanggang akan meningkatkan kalori makanan daripada versi mentahnya. Ditambah lagi, mengolah daging dengan cara-cara ini seringnya membutuhkan banyak minyak goreng, mentega, atau margarin yang akan berubah jadi lemak dan diserap cukup banyak oleh daging. (Baca Juga : Obat Herbal Kista)

Suhu panas ketika menggoreng atau memanggang membuat kandungan air di dalam makanan menguap hilang, dan digantikan posisinya dengan lemak yang berasal dari minyak. Lemak yang terserap ke dalam daging kemudian menyebabkan makanan yang tadinya rendah kalori menjadi berkalori tinggi. Bahkan, peningkatan kalori yang terjadi dari ketiga cara memasak ini bisa mencapai 64% dari kalori sebelumnya. Asupan tinggi kalori dalam tubuh akan diubah menjadi lemak, yang lama kelamaan bisa menumpuk di pembuluh darah sehingga meningkatkan tekanan darah.

Di samping itu, penggunaan beragam bumbu penyedap selama memasak juga secara tidak langsung menjadi faktor pemicu tekanan darah tinggi setelah makan daging kambing. Terlebih jika dimasukkan berulang kali untuk menyesuaikan rasanya. Bumbu penyedap masakan seperti kecap, garam, hingga mecin mengandung sodium tinggi dan pengawet yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi jika dikonsumsi berlebihan.

Daging kambing juga sering diolah menjadi makanan bersantan, entah itu digulai atau dijadikan kari. Meski santan secara alami tidak mengandung kolesterol, tetapi kandungan lemak jenuhnya cukup tinggi.

Tips aman makan daging kambing

Jadi, bila Anda ingin tetap makan daging kambing tanpa mengkhawatirkan risikonya bagi kesehatan, sebaiknya hindari olahan daging kambing yang disebutkan di atas. Anda bisa mengolah daging kambing dengan cara dimasak jadi sop atau ditumis. Pastikan Anda juga menyeimbangkan nutrisi saat makan daging kambing. Jangan cuma makan daging dan nasi saja, misalnya. Perbanyak sayuran yang kaya serat, vitamin, dan mineral untuk menemani Anda makan daging kambing.

Namun, tetap batasi konsumsi daging merah

Makan daging kambing bukanlah penyebab utama dari melonjaknya tekanan darah tinggi Anda. Oleh karena itu, sah-sah saja untuk tetap makan daging kambing. Tapi Anda harus tetap membatasi porsinya. Karena apapun jenis dagingnya, jika tinggi lemak dan dikonsumsi secara berlebihan, semua daging sebenarnya sama-sama berisiko meningkatkan tekanan darah dari penumpukan lemak jenuh dalam tubuh.

Terlebih lagi, risiko tensi darah naik dari bumbu dan cara pengolahan daging terutama bisa meningkat pada orang-orang yang sudah memiliki kolesterol tinggi sebelumnya atau penyakit lainnya.

PENTING! Daging Kambing Ternyata Tidak Bikin Darah Tinggi, – Selama Anda bijak mengatur porsinya, konsumsi daging tidak akan menyebabkan tekanan darah tinggi atau meningkatkan kadar kolesterol. Cermat jugalah dalam memilih bagian daging dan cara mengolahnya. Anda dapat membuang bagian lemaknya saat hendak memasak, dan menggunakan jenis minyak goreng yang lebih sehat untuk memasak agar kesehatan tetap terjaga.

Baca Juga :

Apa Saja Makanan Pantangan Untuk Penderita Gagal Ginjal?

Apa Saja Makanan yang Bisa Meningkatkan Kinerja Otak?

Kenapa Makanan Kemasan Bahaya Bagi Kesehatan?

PENTING! Daging Kambing Ternyata Tidak Bikin Darah Tinggi | zahraherbal.com

Tags:

Belum ada Komentar untuk PENTING! Daging Kambing Ternyata Tidak Bikin Darah Tinggi

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Blog Terbaru

Apakah Berenang Bisa Menurunkan Berat Badan?

Apakah Berenang Bisa Menurunkan Berat Badan? Ditulis pada: 16 October 2017

Apakah Berenang Bisa Menurunkan Berat Badan? Berenang merupakan salah satu olahraga yang cukup menyenangkan. Lalu Apakah Berenang Bisa Menurunkan Berat Badan? Mari kita simak jawabannya dalam artikel kesehatan berikut ini! Sudah mengurangi porsi makan tapi tak kunjung kurus? Mungkin Anda... Baca selengkapnya »

Buah-Buahan Apa yang Baik Dijadikan Sarapan?

Buah-Buahan Apa yang Baik Dijadikan Sarapan? Ditulis pada: 14 October 2017

Buah-Buahan Apa yang Baik Dijadikan Sarapan? Salah satu menu sarapan yang tepat selain roti dan susu adalah buah-buahan. Lalu Buah-Buahan Apa yang Baik Dijadikan Sarapan? Mari kita simak jawabannya dalam pembahasan berikut ini! Sarapan menjadi salah satu aktivitas yang wajib... Baca selengkapnya »

Bagaimana Cara Mempertahankan Berat Badan Setelah Diet? Berikut Tipsnya!

Bagaimana Cara Mempertahankan Berat Badan Setelah Diet? Berikut Tipsnya! Ditulis pada: 9 October 2017

Bagaimana Cara Mempertahankan Berat Badan Setelah Diet? Berikut Tipsnya! Setelah berhasil melakukan diet, Anda tentu ingin berat badan Anda tetap ideal. Lalu Bagaimana Cara Mempertahankan Berat Badan Setelah Diet? Berikut Tipsnya! Selamat! Usaha diet Anda berhasil, dan berat badan ideal... Baca selengkapnya »

Obat Herbal Untuk Menyembuhkan Miom Tanpa Operasi

Ditulis pada: 2 October 2017

Obat Herbal Untuk Menyembuhkan Miom Tanpa Operasi Anda mencari Obat Herbal Untuk Menyembuhkan Miom Tanpa Operasi? Jelly Gamat Gold G adalah obat miom yang Anda cari, terbukti ampuh, manjur, mujarab dan aman mengobati miom tanpa efek samping. Jelly Gamat Gold... Baca selengkapnya »

Obat Herbal Yang Ampuh Menghilangkan Vitiligo

Obat Herbal Yang Ampuh Menghilangkan Vitiligo Ditulis pada: 25 September 2017

Obat Herbal Yang Ampuh Menghilangkan Vitiligo Apakah Anda sedang mencari Obat Herbal Yang Ampuh Menghilangkan Vitiligo? Anda berada di tempat yang tepat, karena kami tau obat vitiligo herbal yang paling tepat Anda pilih, itu adalah obat herbal Jelly Gamat Gold... Baca selengkapnya »